Nah, kita telah sampai pada akhir perjalanan ini. Kamu, para pembaca, juga telah menyusuri berbagai gagasan memukau tentang Cinta (Eros) dalam Simposium karya Plato.
Kita sudah melihat banyak hal. Ada pujian puitis dari Agaton dan mitos unik Aristofanes. Lalu, analisis medis Erisimakhus serta pembedaan dua jenis Eros dari Pausanias. Semangat heroik Faidrus juga kita simak. Puncaknya adalah pendakian filosofis melalui ajaran Diotima yang disampaikan Sokrates. Semua itu ditutup dengan intervensi dramatis dari Alkibiades.
Dari keseluruhan dialog tersebut, kita dapat melihat betapa kaya dan beragamnya cara manusia Yunani Kuno mencoba memahami satu kekuatan paling fundamental dalam kehidupan.
Buku ini kami sajikan sebagai upaya kami menghadirkan kembali dialog klasik tersebut. Kami menuliskannya kembali dalam balutan bahasa yang lebih segar dan mudah dipahami. Tujuan utama kami adalah menyajikan pemikiran asli para tokoh Simposium. Kami ingin melakukannya seobjektif mungkin.
Dengan begitu, kamu bisa berkenalan langsung dengan ide mereka. Kamu tidak akan terlalu terbebani berbagai macam interpretasi pada tahap awal kamu berkenalan dengan filsafat.
Kami berharap, setelah membaca penulisan ulang ini, kamu tidak hanya paham isi diskusi di pesta malam itu. Kami juga berharap kamu merasakan percikan semangat untuk berfilsafat. Semangat itu adalah untuk bertanya, merenung, dan mencari makna lebih dalam tentang cinta, keindahan, serta eksistensi manusia.
Diskusi tentang Eros dalam Simposium tentu tidak berhenti di sini. Karya besar ini terus mengundang tafsir dan analisis baru. Relevansinya pun terasa pada setiap zaman.
Pemahaman objektif yang kami tawarkan ini mungkin bisa menjadi pintu gerbang buatmu untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut. Kamu bisa membaca terjemahan Simposium secara langsung. Kamu juga bisa membaca karya-karya Plato lainnya, ataupun refleksi filosofis yang lebih mendalam.
Kami ucapkan terima kasih kepada pembaca yang sudah menemani perjalanan kami. Semoga percikan kebijaksanaan dari Atena kuno bisa sedikit menerangi jalan pikiran kita.
Salam, Ravi dan Sarina