Skip to content

Instantly share code, notes, and snippets.

@ambrizals
Created February 12, 2020 03:07
Show Gist options
  • Save ambrizals/98f776cda9aada9cf0ac305c3a7991a3 to your computer and use it in GitHub Desktop.
Save ambrizals/98f776cda9aada9cf0ac305c3a7991a3 to your computer and use it in GitHub Desktop.
Automatic add id atribute to heading
<!DOCTYPE html>
<html lang="en">
<head>
<meta charset="UTF-8" />
<meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0" />
<meta http-equiv="X-UA-Compatible" content="ie=edge" />
<title>Document</title>
<link rel="stylesheet" href="style.css" />
</head>
<body>
<div id="app">
<div class="row">
<div id="header">
<h1>
TicWatch E - Smartwatch Android Wear Paling Murah dan Worth It
</h1>
<p>
Original Article :
https://ambrizal.net/blog/read/ticwatch-e-smartwatch-android-wear-paling-murah-dan-worth-it
</p>
</div>
</div>
<div class="row">
<div id="kontenArticle">
<div>
<div>
<p>
Jam tangan merupakan salah satu aksesoris yang saat ini fungsi
utamanya adalah untuk melihat waktu dan kalender, fungsi lain
dari jam tangan juga digunakan untuk sekedar pelengkap busana
ataupun hal lainnya seperti tanda sebuah pencapaian. Namun
karena perkembangan teknologi yang sudah terlalu cepat dan tidak
terkontrol menyebabkan jam tangan dipaksa untuk sedikit
berevolusi dan memperluas fungsinya yang hanya sekedar untuk
melihat waktu dan kalender, mungkin beberapa orang sudah
mengenal yang namanya
<em>smartwatch</em> atau jam tangan pintar yang biasa digunakan
untuk <em>activity tracker</em> untuk pecinta olahraga ataupun
hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan kelengkapan
<em>gadget</em>. Produk dari jam pintar ini juga sudah mulai
banyak beredar dipasaran mulai dari yang termurah milik evercoss
dan yang termahal seperti apple watch, memang jika sedikit anda
perhatikan tidak semua jam tangan pintar memiliki kapasitas
baterai yang awet bahkan juga akan terlihat semakin mahal maka
akan semakin boros baterainya. Saya sendiri akan memakluminya
karena dahulu saya juga pernah memiliki smartwatch
<a
href="https://www.ambrizal.net/blog/read/first-impression-amazfit-bip-smartwatch-versi-murah"
rel="noopener noreferrer"
target="_blank"
>amazfit bip</a
>
namun fitur yang ditawarkan tidak seperti smartwatch pada
umumnya, mungkin karena terlalu banyaknya fitur yang tidak di
imbangi dengan kapasitas baterai yang besar sedangkan kapasitas
baterai yang besar juga menyebabkan perangkat menjadi lebih
berat lagi.
</p>
<p>
Setahun saya menggunakan
<a
href="https://www.ambrizal.net/blog/read/first-impression-amazfit-bip-smartwatch-versi-murah"
>amazfit bip</a
>
sebagai daily driver cukup puas, ya meskipun amazfit bip hanya
merupakan <em>smartwatch basic</em> layaknya
<em>smartband&nbsp;</em>namun dengan beberapa pertimbangan saya
memilih untuk menggantinya. Setelah lama berselancar di internet
akhirnya saya menemukan satu <em>smartwatch&nbsp;</em>yang
menurut saya tidak terlalu murah apalagi tidak terlalu mahal ya
harganya masih normal untuk kisaran smartwatch dengan fitur -
fitur yang lumayan lengkap dan tidak seperti perangkat pertama
yang saya coba.
</p>
<p>
Perkenalkan <strong>Ticwatch E</strong> atau
<strong>TicWatch Express&nbsp;</strong>merupakan
<em>smartwatch&nbsp;</em>keluaran mobvoi yang menggunakan sistem
operasi android wear atau lebih dikenal sebagai wear os dengan
harga yang terjangkau dan sangat pantas untuk dihargai Rp.
1.800.000 (satu juta delapan ratus ribu rupiah). Karena ini
menggunakan sistem operasi android wear atau wear os, maka
<em>smartwatch&nbsp;</em>ini juga dapat digunakan di perangkat
selain android misalnya seperti iPhone dengan menggunakan
aplikasi wear os, sebelum mengulas lebih lanjut coba untuk
melihat spesifikasi dasar yang digunakan oleh
<em>smartwatch&nbsp;</em>ini untuk menjalankan sistem
operasinya.
</p>
<h2>Spesifikasi</h2>
<p>
<img
src="https://cbs.ambrizal.net/posts/Anotasi-2019-10-08-132653.jpg"
/>
</p>
<h2>Impresi Pertama</h2>
<p>
Saat saya membuka paket penjualannya, ya saya begitu terkejut
karena bahan material paket penjualan yang digunakan untuk
membungkus perangkat ini menggunakan besi atau logam secara
tidak langsung saya menjadi tidak khawatir karena jelas pasti
akan terlindungi dengan baik dibanding menggunakan kotak tipis
biasa. Sungguh lengkap tapi sangat disayangkan saya lupa untuk
mendokumentasikannya karena sudah terlanjur tidak sabaran untuk
melihat perangkatnya, kalau dilihat dari paket penjualan isinya
berupa :
</p>
<ol>
<li><em>Smartwatch</em> TicWatch E</li>
<li>Kartu Garansi</li>
<li>Lembar Pelaksana Garansi dari Unicom Care</li>
<li>Magnetic Dock Charging</li>
<li>Anti Gores</li>
</ol>
<h2>Persiapan Pertama</h2>
<p>
Bukan smartwatch namanya jika tidak ada persiapan pertama, pada
umumnya smartwatch akan meminta untuk dihubungkan ke aplikasi
yang terinstall pada <em>smartphone&nbsp;</em>anda. Yang membuat
smartwatch dengan sistem operasi wear os dengan yang tidak
menggunakan sistem operasi tersebut hanya terletak di kemudahan
pemasangan, anda hanya cukup menggunakan satu aplikasi yang
bernama wear os untuk menghubungkan
<em>smartwatch&nbsp;</em>yang menggunakan sistem operasi wear os
dan ini berlaku untuk seluruh perangkat
<em>wearable&nbsp;</em>yang mendukung. Pada awal persiapan
perangkat harus di isi baterainya terlebih dahulu, karena tidak
banyak baterai yang tersisa saat pertama kali saya menggunakan.
Sedikit himbauan atau pemberitahuan pada perangkat TicWatch E
atau mungkin <em>smartwatch</em> lainnya<em>&nbsp;</em>anda
tidak direkomendasikan menggunakan charger dengan spesifikasi
diatas 5V 1A atau yang mendukung teknologi
<em>fast charging</em> atau sejenisnya, mungkin ini terdengar
aneh tapi setelah diperhatikan himbauan tersebut menyinggung
akan menyebabkan charger bermasalah ataupun baterai yang
bermasalah.
</p>
<p>
Pengisian baterai juga berlangsung cukup cepat tidak perlu lama
- lama dan hanya membutuhkan waktu 30 menit agar TicWatch E bisa
mengisi baterai sampai penuh, setelah sedikit himbauan tersebut
persiapan dapat dilanjutkan ke proses <em>pairing device</em> ke
<em>smartphone</em> pada aplikasi yang telah di install pastikan
nama aplikasinya ada wear os. Ikuti seluruh petunjuk yang ada
dan lama proses persiapan sekitar 25 menit hingga 1 jam
tergantung kondisi dari kedua perangkat. Sebagai pengingat jika
anda menggunakan <em>smartwatch&nbsp;</em>dengan wear os
pastikan seluruh aplikasi sudah diperbarui, karena pembaruan
tersebut akan meningkatkan performa <em>smartwatch&nbsp;</em>dan
kalau bisa jangan di tunda - tunda karena proses pembaruan yang
terlalu banyak akan menyebabkan <em>smartwatch&nbsp;</em>tidak
responsif.
</p>
<h2>Desain</h2>
<p>
Saya bisa akui bahwa desain TicWatch E merupakan desain yang
biasa - biasa saja, tidak wah dan tidak jelek apalagi kehadiran
strap karet alias <em>rubber&nbsp;</em>membuat
<em>smartwatch&nbsp;</em>ini semakin terlihat biasa - biasa
saja. Saya bilang biasa - biasa saja karena memang material yang
digunakan plastik mungkin polycarbonate ya ntahlah saya tidak
tahu, tapi jika dibandingkan dengan smartwatch lama saya ya
mirip - mirip bahan bodynya. Untuk layar mungkin berbeda karena
menggunakan OLED sehingga fitur always on display bisa kamu
gunakan tanpa takut baterai cepat habis, mungkin yang terlihat
sama dilayar hanya proteksi layarnya karena kalau ditulis
dispesifikasi ya cuman anti gores tanpa embel - embel corning
gorilla glass atau kingkong.
</p>
<p>
<img
src="https://cbs.ambrizal.net/posts/IMG-20190918-085936.jpg"
/>
</p>
<p>
Karena strapnya yang biasa saja akhirnya saya ganti dengan strap
berbahan dasar keramik berwarna hitam, ini saya lakukan karena
<em>smartwatch&nbsp;</em>ini memiliki strap yang dapat dilepas.
Jadi jika anda ingin menggantinya cukup cari ukuran yang pas
sebesar 20mm di toko online kesayangan anda atau bisa juga di
toko - toko jam konvensional dekat rumah anda.
</p>
<h2>Daya Tahan Baterai</h2>
<p>
Karena saya memiliki profil orang yang sangat - sangat super
malas sekali dalam melakukan olahraga harap memaklumi bahwa saya
tidak mencantumkan ulasan mengenai fitur activity tracker yang
terdapat pada smartwatch ini, namun akan saya jadikan satu pada
bagian daya tahan baterai. Mengapa saya cantumkan pada daya
tahan baterai?, jawabannya sangat sederhana yaitu perbedaan
konsumsinya sangat signifikan. Jika dibandingkan hanya digunakan
sebagai push notification, berinteraksi dengan notifikasi, buka
tutup untuk lihat jam klaim mobvoi atas ketahanan baterai dari
perangkat ini memang akurat. Namun sedikit disayangkan bahwa
jika smartwatch ini digunakan untuk activity tracker, anggap
saja activity tracker yang saya maksud adalah untuk mendeteksi
langkah kaki hingga menggunakan gps sebagai rute jogging
(aslinya saya naik motor) membuat baterainya cepat habis.
Apalagi jika anda hubungkan ke wifi untuk sekedar pembaruan
aplikasi atau dalam kondisi darurat untuk menghubungi smartphone
anda jika lupa naruh, ya baterainya akan serasa cepat sekali
habis bahkan jika itu ditinggal tidur.
</p>
<p>
<img
src="https://cbs.ambrizal.net/posts/05102019-PWRTic-Watch-E2.jpg"
/>
</p>
<p>
Mungkin anda dapat mengakalinya dengan tidak menggunakan always
on display atau tidak memutar musik melalui smartwatch
(pengontrol pemutar media tidak mempengaruhi secara signifikan)
atau jika ingin lebih bagus lagi gunakan watch face yang kaya
dengan kegelapan dalam kata lain hitam putih, apakah ini karena
menggunakan chipset mediatek?. Saya rasa tidak, bahkan untuk
yang menggunakan chipset snapdragon saja klaim mobvoi pada
Ticwatch E2 (seri penerus TicWatch E) juga sama pada 1 - 2 hari
standby.
</p>
<h2>Kesimpulan</h2>
<p>
Bagi saya <em>smartwatch&nbsp;</em>dengan harga 1.8jt yang tidak
termasuk ongkos kirim ini sangat worth it untuk digunakan oleh
orang yang mungkin baru kenalan dengan ekosistem
<em>smartwatch</em>, memang smartwatch dengan harga segini
mungkin belum bisa diharapkan terlalu berlebihan karena
spesifikasi yang ditawarkan masih belum mempuni dalam sektor
penggunaan baterai yang begitu boros kata penjual jam
konvensional. Namun jika anda adalah seseorang yang paling benci
ngecharge barang yang satu ini secara terus menerus setiap
harinya, mungkin jam ini tidak cocok untuk anda bahkan untuk
yang gemar olahraga sekalipun karena jam ini tidak di desain
untuk melakukan <em>activity tracker</em> secara detail ya
mungkin fitur ini cuman pelengkap saja biar ada. Semoga artikel
ini bermanfaat untuk anda yang berniat untuk membeli
<em>smartwatch&nbsp;</em>ini atau untuk yang lagi cari - cari
<em>smartwatch&nbsp;</em>saya sangat tidak sarankan untuk
membeli yang ini tapi mungkin saya bisa sarankan untuk generasi
terbarunya seperti TicWatch E2.
</p>
</div>
</div>
</div>
<div id="toctoc"></div>
</div>
</div>
<script src="https://cdnjs.cloudflare.com/ajax/libs/tocbot/4.4.2/tocbot.min.js"></script>
<script src="main.js"></script>
</body>
</html>
// Refference url : https://jeroensormani.com/automatically-add-ids-to-your-headings/
function str_slug(str) {
return str
.toString()
.toLowerCase()
.replace(/\s+/g, "-") // Replace spaces with -
.replace(/[^\w\-]+/g, "") // Remove all non-word chars
.replace(/\-\-+/g, "-") // Replace multiple - with single -
.replace(/^-+/, "") // Trim - from start of text
.replace(/-+$/, ""); // Trim - from end of text
}
function autoHeading() {
const konten = document.getElementById("kontenArticle");
const body = konten.querySelectorAll("h1, h2, h3, h4, h5, h6");
body.forEach(element => {
element.id = str_slug(element.textContent);
});
}
autoHeading();
tocbot.init({
// Where to render the table of contents.
tocSelector: "#toctoc",
// Where to grab the headings to build the table of contents.
contentSelector: "#kontenArticle",
// Which headings to grab inside of the contentSelector element.
headingSelector: "h1, h2, h3",
// For headings inside relative or absolute positioned containers within content.
hasInnerContainers: true
});
Sign up for free to join this conversation on GitHub. Already have an account? Sign in to comment