Pernah buka helm setelah macet-macetan di Jakarta siang hari, lalu langsung mencium aroma tidak sedap dari helm anda?
Itu bukan sekadar bau. Itu merupakan tanda bahwa ada ekosistem mini yang sedang tumbuh subur di dalam busa helm Anda. Dan besok pagi, kemungkinan besar Anda akan memakainya lagi tanpa berpikir dua kali.
Helm itu seperti pakaian dalam. Dipakai setiap hari, menempel langsung dengan kulit, tapi seringkali luput dari tanggung jawab pemilik helm.
Bagi Anda yang setiap hari di jalan entah itu ojek online, komuter, atau kurir, helm bukanlah sekadar aksesori saja. Tetapi rekan setia yang melindungi anda dari segala hal yang membahayakan anda di jalanan. Tapi masalahnya Ia jarang sekali mendapat perawatan yang layak.
Kenapa? Alasannya klasik. Entah itu ribet, tidak ada waktu, tidak ada tempat, dan proses cuci manual yang butuh kesabaran ekstra (males).